Mau katakan cinta dengan bunga ? ga zamannya lagi, pake aja krupuk atau mau ikutan lomba makan krupuk di agustusan besok? latihan dulu pake krupuk ini pasti juara. Selamat menikmati.
Saturday, 1 November 2008
KRUPUK IS CRACKER
Posted by
anton
at
09:03
0
comments
Saturday, 11 October 2008
takbir keliling
Pawai obor keliling sambil menggemakan Takbir,Tahmid dan tahlil dikumandangkan oleh siswa siswi tingkat SMP dan SMU sekecamatan Nganjuk Jawa Timur pada 30 September 2008.
Acara yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten/Dati II Nganjuk ini selain untuk memeriahkan datangnya hari raya Idul Fitri juga untuk memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), walhasil sekitar 11.600 siswa siswi mengikuti acara yang dimulai pukul 19.30 dan baru berakhir pada pukul 23.00
Minal Aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin
Posted by
anton
at
09:14
0
comments
Saturday, 27 October 2007
o ina ni keke
Posted by
anton
at
09:27
1 comments
Monday, 22 October 2007
KUTUNGGU KAU DI SANA
Ketika ayah meninggal, perasaanku biasa saja. Tiada sedih, duka,tiada. Biasa saja. Bahkan aku hanya berkata kepada mami, “tabah ya, Mi,” dengan suara yang datar tanpa intonasi yang menyiratkan kesedihan secuilpun.
Pun, ketika mami meminta persetujuanku untuk menikah lagi setelah sepuluh hari selamatan keempat puluh hari meninggalnya papi, aku hanya menjawab, “terserah mami, kalo mami pikir itu bagus buat mami, kenapa enggak, toh mami sendiri yang ngrasain.” Cuek, acuh saja tanpa tekanan di kata-katanya.
Pernikahan Mami dengan Om Ikhwan hanya bertahan enam bulan saja Mami sudah menggugat cerai suami keduanya. Alasannya kekerasan dalam rumah tangga.
Bunyi telephone membuyarkan mimpiku. Suara wanita yang telah terekam di syaraf otakku terdengar dari ujung telephone. Suara mami.
“Ada apa, Mi?” tanyaku langsung.
“Begini, Rom…kamu kenal Om Satrio kan, e…semalam dia nglamar Mami, bagaimana menurutmu?” jelas mami terdengar agak ragu.
“Terserah Mami aja, deh. Romi nurut.” Jawabku asal.
Bunyi telephone ditutup. Aku beranjak menuju sofa lalu kurebahkan tubuhku, kupejamkan mataku kemudian mimpi yang terputus itupun berlanjut. Tidur.
Suasana hari Jumat di kantor lengang seperti Jumat-jumat yang lalu. Ada yang agak sibuk dengan komputernya karena terkejar deadline, ada juga yang cengengesan di depan komputer, chatting.
“Romi, tolong ke ruangan saya.” Pinta Pak Herman, Manajer Marketing tempatku bekerja.
“Coba kamu baca lagi laporanmu ini, nggak seperti biasanya amburadul seperti ini. Sepertinya laporan kamu ini hanya bentuk copy paste dari laporan rekan-rekanmu dan laporanmu terdahulu.” Jelas Pak Herman sesaat aku mendudukkan pantatku di kursi berwarna merah tanpa lengan itu.
Kuambil stopmap warna hijau yang disodorkan Pak Herman. Kubaca sesaat.
“Baik Pak, akan saya perbaiki saat ini juga.”
Dengan biasa kututup pintu ruangan Pak Herman. Aku menuju ke meja kerjaku di pojok ruangan. Kubuka program Microsoft office lalu aku mulai tenggelam dalam laporan-laporan keuangan.
“Kayaknya kita harus instropeksi dulu deh,Rom.” Bisik Fitri di kantin. Suaranya hampir tidak terdengar kalah dengan bisingnya karyawan kantor yang sepertinya tumplek di kantin sempit ini.
“Nggak perlu, Fit, mending langsung putus aja, toh katamu kita udah nggak ada kecocokan lagi.” Jawabku innocent.
Di balkon apartemen. Kupandang senja berwarna oranye tertutup mega kelabu. Terasa sedih. Aku ingat, nenek selalu melarangku keluar rumah bila senja tiba, katanya ada raksasa yang suka menculik anak-anak. Aku tersenyum. Kutarik napas dalam-dalam dan kulepaskan perlahan. Agak longgar terasa dada ini. Tiba-tiba mataku tertuju pada keributan yang terjadi di kolam renang di bawah apartemen. Seorang wanita berteriak-teriak minta tolong, sesosok tubuk tergeletak dengan kepala remuk, darah membanjiri tubuhnya yang pasti telah ditinggalkan rohnya. Jasad pria itu masih memakai pakaian kerjanya. Celana gelap dengan kemeja putih bergaris yang lengannya ditekuk sepanjang siku. Mirip yang sering kukenakan. Semakin banyak orang yang merubung bangkai itu. Wanita yang berteriak-teriak itu menunjuk ke arahku ke balkon apaertemen tempatku berdiri. Kenapa? Kutengok kanan kiriku, tiada yang aneh. Wanita itu masih menunjuk tempatku berada dan semakin banyak orang yang yang melihat kearahku. Kubungkukkan badanku agak lebih rendah. Hei, mengapa orang itu mirip aku? Tidak, bukan mirip lagi. Itu adalah aku. Tapi kenapa aku bisa di sana? Aku ada di balkon sedang memandang kerumunan itu. Aneh!
Langit semakin gelap, warna oranye semakin tipis hilang dari cakrawala. Angin berhembus perlahan. Dan aku masih disana, di balkon itu. Berdiri dengan tenang, dingin, beku, dan bisu.
Posted by
anton
at
09:57
1 comments
AKANKAH ANGGREK ITU MEKAR LAGI?
Para pelayat beranjak meninggalkan pemakaman ayah disusul ibu dibelakang mereka dipapah Aini -kakakku- dan mbok Marni, ibu sangat terpukul dengan kematian ayah yang mendadak.
Aku melirik saudara-saudaraku, belum ada yang beranjak dari tempat mereka duduk. Aku mencoba berkonsentrasi memanjatkan doa, ketika terdengar suara Ali, adik bungsuku, memecah kesenyapan.
“Pulang, yuk.” Ajaknya,”panas, nih.”
“Silahkan pulang duluan, aku tinggal di sini sebentar.” Jawab Aishah, kakaku yang nomor dua
“Ngapain di sini?” tanya Ikhsan, saudara kembarku.
“Nunggu malaikat datang.” Balas Aishah sembari menutup buku Yassin tipis yang sedari tadi dibacanya.
“Kapan malaikat itu datang?” Ali bertanya.
Hening. Aku menatap Aishah yang hanya berkomat kamit membaca sesuatu.
“Seingatku lima belas langkah setelah pelayat meninggalkan makam.” Jawab Aishah akhirnya. Mulutnya masih komat kamit sementara jari-jarinya bergerak perlahan seakan sedang menghitung sesuatu.
“Apa kita bukan pelayat? Trus, ‘gimana kita tau Malaikat turun?” cecar Ali.
“Kita keluarga beliau, kurasa itu berbeda dengan istilah pelayat.” Lanjut Aishah, “Ya...sayang kita tidak membawa ayam, kita bisa tau kalau Malaikat datang dari gelisah si ayam.” Sesal Aishah. Kembali dibukanya halaman pertama surat Yassin. “Kalau kalian belum pengen pulang, ayo berdoa semoga ayah bisa menjawab dengan baik dan lancar semua pertanyaan Malaikat di alam sana.”
Cuaca mendung, pesawat yang membawaku ke Jakarta terbang bergoyang membuatku sedikit resah. Tapi pikiranku masih ke pemakaman ayah, ajakan Aishah untuk mendoakan ayah masih terngiang di kepalaku. Itulah pentingnya anak, anak sholeh yang mendoakan orang tuanya adalah warisan yang tak terhingga. Pesawat masih agak terasa oleng di atas ketinggian tiga ribu kaki. Pikiranku melayang jauh, jauh menembus awan.
Sudah menginjak tahun ke sepuluh perkawinanku dengan Fitri kami lalui dengan bahagia meskipun Tuhan tidak mempercayakan kami untuk mengasuh anak. Kanker kandungan yang menyerang Fitri ketika kuliah mengharuskan dia kehilanganm rahimnya. Sebenarnya ibu melarang pernikahan kami. Tapi rasa cintaku kepada Fitri mengalahkan semuanya.
“Bener mas Insan nggak akan kecewa nantinya?” Tanya Fitri sebulan sebelum aku melamarnya.
“Fit, aku sudah mantap. Buat apa mundur lagi? Jawabku dengan pertanyaan.
“Aku tidak bisa memberimu keturunan,mas.” Jelasnya.
“Kita bisa mungut anak. Kalau perlu kita bikin panti asuhan saja biar ‘anak’ kita banyak. Ujarku sambil tersenyum menenangkannya.
Fitri hanya termangu.
“Aku juga tidak ingin kau madu. Sampai mati aku tidak mengizinkanmu kawin lagi,” balas Fitri sambil menatapku. “Fikirlah lagi,mas, aku minta. Aku ingin semuanya berjalan baik kelak.”
Ibu sedang mengambilkan nasi untuk ayah ketika memulai pembicaraan itu.
“Kamu sudahyakin dengan keputusanmu itu, San?”
“Sudah, Bu. Saya sudah memikirkan semuanya.” Balasku. Kujejalkan nasi sesendok kedalam mulutku.
Ibu kembali berkata,“Semua memang ada ditanganmu. Tapi cobalah mikir masak-masak dulu. Fitri tidak bisa memberimu anak. Siapa kelak yang merawatmu bila kalian sudah tua. Siapa yang menemani kalian ketika sakit. Siapa yang ngurus pemakaman kalian kelak. Atau setidaknya mencabut rumput yang tumbuh di makam kalian?”
“Sudahlah, bu. Insan sudah dewasa, dia tau yang terbaik untuknya.” Ayah memecah kebisuannya. “San, coba kamu sholat Istiqoroh, biar hatimu makin mantap, semakin bulat memilih keputusan, Insya Allah yang Maha Mengetahui memberimu petunjuk yang terbaik tidak hanya untukmu tapi juga untuk Fitri dan untuk keluarga kita. Sebelum semuanya terlambat dan kau akan menyesal kelak.”
Suara pramugari yang meminta penumpang untuk memasang seat belt membuyarkan lamunanku. Tak terasa beberapa menit lagi pesawat akan mendarat di bumi Jakarta. Silau matahari mencoba masuk, menerobos kaca tebal jendela pesawat. Kutarik nafas panjang, kuendapkan di dalam paru-paruku. Lalu, kukeluarkan dengan perlahan. Dengan perlahan. Selamat datang kembali di Jakarta, San. Kataku dalam hati. Kota yang kan membuatmu lupakan masalahmu. Kota yang kan memberimu masalah baru. Hari esok masih panjang, jadi hadapilah.
Posted by
anton
at
09:53
0
comments
Friday, 28 September 2007
BUNGA KAMBOJA ITU JATUH DI TANAH
Selamatan empat puluh hari meninggalnya bapak sudah berlalu, kesedihan ibupun sudah berkurang sedikit demi sedikit—semoga ibu tabah menghadapinya dan akan terbiasa dengan ketidakhadiran bapak di rumah—tapi masih saja ada satu pertanyaan besar tentang benarkah aku yang telah membunuh bapak? Atau apakah itu “sekedar” suratan takdir yang harus melibatkan kehadiranku di sana? Hanya Allah Rabb Yang Maha Mengetahui yang bisa menjawabnya.
Semua itu berawal pada hari Kamis tanggal 9 September 2007 sore. Seperti biasa bapak yang sedang opname akibat infeksi ginjal mengaduh dan dan menggaruk semua anggota badannya yang bisa di raih karena gatal. Asam urat yang menderanya memperparah sakit yang dirasakannya. Kata dokter yang merawatnya gatal-gatal di seluruh badan beliau disebabkan oleh bercampurnya darah kotor dan darah bersih dalam tubuhnya yang sudah sampai otak. Tiba saatnya perawat menyuntikkan obat melalui selang infus dan dari situlah diketahui bahwa jarum infus tidak pada tempatnya, kemudian sang perawat mencoba membetulkan kembali letak jarum tersebut tetapi gagal. Beberapa saat kemudian dibantu temannya si perawat mencoba mencari pembuluh darah baru disekujur badan bapak tetapi gagal juga—pembuluh sangat tipis/susah terlihat. Kemudian pada sore hari bapak aku beri minum obat ditambah obat penenang yang yang diresepkan tadi pagi. Sepertinya obat penenang berjalan lambat karena bapak baru tertidur pada saat Isya’ pada saat perawat yang bertugas malam hari mencoba memasang infus baru. Pada saat itu bapak mengamuk berteriak-teriak, mengaduh, dan meminta si perawat untuk meng-kayu kedua tangannya saja (spaleck? Kayu yang digunakan seperti pada patah tangan, dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akibat pergerakan tangan). Bapak tetap mengaduh berteriak dan marah-marah, kedua tangannya bergerak kian kemari mencoba melepas ikatan kayu infus. Tidak ada yang bisa aku lakukan kecuali dengan nada tinggi karena jengkel yang sudah di ubun-ubun dan tidak sabar menjawab aduhan bapak dengan cara menakut-nakuti beliau,persis seperti ketika sedang menakuti anak kecil. Ibu sudah tertidur di bawah ranjang bapak, seorang kakak yang baru saja datang dari Malang membawa obat (Eprek ?) mencoba menenangkan saya. Akhirnya dengan rasa jengkel kubiarkan saja bapak mengaduh, berteriak sepanjang malam -sementara aku mencoba tidur di bawah beliau, toh malam-malam sebelumnya bapak juga seperti itu besok-besokpun pasti juga seperti itu, pikirku-hingga pada pukul lima pagi bapak suudah bisa tenang, sepertinya bapak kecapekan. Pagi, Jumat 10 Agustus pukul )7.00 seharusnya bapak sudah minum obat tetapi hingga dokter beliau datang pukul sepuluh beliau belum bangun juga. Dokter kemiudian menyuntikkan Eprex/Eprek ke dinding perut bapak yang masih tertidur, reaksi beliau hanya melenguh saja. Dan sejak itulah bapah belum babangun dari tidurnya, kami hanya mengecek dari reaksi bapak dengan mencoba menekuk atau memegang kaki bapak, bila bapak mengeluarkan suara maka agak tenanglah hati kami. DVD qiroah Alquran di kumandangkan sepanjang hari untuk memancing bapak agar terbangun dari tidurnya. Gerakan tangannya sudah berkurang drastis yang ada hanyalah desahan nafas beliau, dan yang kami lakukan hanyalah menggosok-gosok tangan kaki beliau seperti ketika baliau sedang gatal dahulu. Bapak masih tertidur ketika aku harus ke Jakarta pada Minggu 12 Agustus 2007, di kereta aku mendapat SMS bahwa bapak akan melakukan cuci darah untuk membangunkan beliau dengan cataatan dalam pengawasan super ketat dari dokter mengingat kondisi dan usia bapak yang sudah 79 tahun. Bapak tiba di Kediri menggunakan ambulans RSUD Nganjuk, dan dokter Rumah Sakit Kediripun langsung melakukan rapat tertutup setelah mengetahui kondisi bapak. Diketahui bapak koma karena strok. Strok? Selama di Nganjuk kami tidak mengetahui bahwa bapak terkena strok begitupun dengan dokter yang merawat beliau. Dari cerita kakak yang mengawal beliau sampai Kediri strok tersebut diperoleh bapak karena : mungkin karena asam urat yang membuat beliau gatal, mungkin karena emosi beliau yang meluap-luap. Cerita kakak membuat aku bersalah karena akulah yang membuat bapak emosi, akulah yang selalu memberi minum obat kepada beliau, akulah anak yang tidak berbakti yang tidak dengan sabar menjaga beliau dan akulah anak yang belum pernah membuat beliau bahagia hingga beliau tiba pada akhir hayatnya pukul 11. 20 hari Rabu, 14 Agustus 2007. Hari berganti hari, suasana tanpa bapak akhirnya kami lalui dengan sesuatu yang biasa saja. Hanya saja sekarang kami memiliki kesibukan baru yaitu mengunjungi bapak dan merawat kubur beliau pagi dan sore sambil memanjatkan doa agar diampuniNya dosa-dosa bapak selama hidup di dunia ini, dosa yang disengaja maupun dosa yang tidak disengaja, dosa yang samar maupun dosa yang nyata, dosa yang besar maupun dosa yang kecil dan agar beliau diberi kebahagiaan, kesejahteraan, dan kelapangan di sisi Allah Rabb Semesta Alam di alamNya, alam kubur.
Posted by
anton
at
13:49
1 comments
Labels: faith
Thursday, 12 July 2007
tips naik bajaj

Kenapa nulisnya pake "j" tidak pake "i" ??
Karena dahulu kala pencetus kendaraan tsb adalah Bang Jaja bukan Bang Jawadi jadi disingkat Bajaj bukan Bajaw.
Posted by
anton
at
21:23
13
comments
Labels: transportation
Sunday, 8 July 2007
NYOK, BARENG-BARENG KITE KE POSYANDU!
Pernah mendengar singkatan IPD? Bukan Institut Pemerintahan Dalam (Negeri) tetapi IPD (baca : Ay Pi Di) ini singkatan dari Invasive Pneumococcal Disease atau bisa disebut sebagai Penyakit Pneumokokus saja.
Bah! Penyakit apapula ini?
IPD, selanjutnya akan disebut sebagai Pneumokokus, adalah sekelompok penyakit yang terdiri dari meningitis (radang selaput otak), pneumonia (radang paru), infeksi darah (bakteremia) dan sinusitis. Sumber lain juga menyebutkan sepsis (kelanjutan infeksi darah yang dapat mengakibatkan syok dan kegagalan fungsi organ tubuh) serta infeksi telinga tengah.
Penyakit ini dapat menyebabkan kehilangan pendengaran permanen, kerusakan otak, cacat fisik, retardasi mental bahkan kematian pada anak-anak.
Apa sih penyebab penyakit ini?
Pneumokokus disebabkan oleh bakteri yang disebut Streptococcus pneumoniae (Pneumokokus) yang hidup secara normal di rongga hidung dan tenggorokan. Penyakit ini menyebabkan kematian utama satu juta bayi dan balita setiap tahunnya di seluruh dunia.Terbanyak menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia dua tahun meskipun kelompok usia lanjut seringkali juga terkena infeksi ini. Faktor pemicu terjangkitnya penyakit ini karena kondisi tubuh anak sedang turun atau baru sembuh dari penyakit.
Bagaimana penularannya?
Penyakit ini menular melalui percikan ludah ketika orang yang sudah terinfeksi kuman Streptococcus pneumoniae berbicara, batuk dan bersin.
Apa saja gejala-gejalanya?
Meningitis : demam, nyeri kepala hebat, mual, muntah, kejang, gelisah, lesu, gangguan kesadaran hingga koma.
Pneumonia : demam tinggi, nyeri dada saat bernafas, batuk berdahak, denyut nadi cepat, lemah, lemas dan sesak napas. Kadang-kadang disertai mual, muntah dan nyeri kepala. Pada bayi biasanya ditandai dengan rewel dan kurang nafsu makan.
Infeksi darah : demam tinggi, gejalanya akan lebih berat karena merupakan komplikasi dari pneumonia dan dapat menyebabkan meningitis.
Sinusitis : pilek terus menerus, batuk, demam ringan, sakit kepala.
Sepsis : dapat mengakibatkan syok septik, kegagalan fungsi organ tubuh dan kematian.
Infeksi telinga tengah : nyeri pada telinga, demam, gangguan pendengaran, keluar cairan dari telinga.
Siapa saja yang bisa terserang?
Pneumokokus sebenarnya dapat menyerang siapa saja dan dimana saja karena bakteri pneumokokus secara normal berada di dalam rongga hidung dan tenggorokan. Dapat menjadi ganas pada kelompok umur yang rentan yaitu bayi dan anak-anak di bawah usia dua tahun.
Mereka yang beresiko adalah :
- Anak-anak yang bersekolah di kelompok bermain/taman kanak-kanak dan tempat penitipan anak.
- Anak-anak usia kurang dari lima tahun.
- Anak-anak dengan gangguan kekebalan.
- Anak-anak yang pernah mengalami infeksi saluran telinga tengah.
- Anak-anak yang disekitarnya banyak orang dewasa perokok.
- Anak-anak yang menderita penyakit kronik seperti diabetes, jantung, paru-paru, ginjal dan penyakit darah.
Apakah bisa disembuhkan?
Bisa disembuhkan tetapi tetap membawa gejala sisa seperti kelumpuhan dan kehilangan pendengaran. Pneumokokus dapat diobati dengan pemberian antibiotika dosis tingi, tetapi saat ini banyak bakteri S. Pneumoniae yang sudah kebal terhadap beberapa antibiotika sehingga semakin mempersulit pengobatannya.
Apa akibat meningitis yang ditimbulkan oleh Pneumokokus?
Meningitis pneumokokus dapat menyebabkan kematian dan kecacatan yang permanen berupa :
- Ketulian.
- Retardasi mental.
- Kemunduran intelegensi.
- Kelumpuhan.
- Gangguan syaraf.
Bagaimana melindungi buah hati kita dari penyakit ini?
Cara melindungi bayi/anak kita dari pneumokokus adalah dengan memberikan vaksin pneumokokus.
Vaksin ini telah menjadi vaksin yang diwajibkan di Amerika Serikat, Australia, Eropa dan Mexico sedangkan di negara kita, Indonesia, termasuk vaksin yang dianjurkan.
Vaksin ini tersedia hampir di semua dokter spesialis anak atau di rumah sakit besar.
Ternyata penyakit banyak yang merger ya.
Sok atuh, jaga kesehatan daripada nanti sakit buang-buang uang bae.
Posted by
anton
at
16:57
3
comments
Labels: health
ROKOK ? MAMAMIA LEZATOS....
World Health Organization (WHO) sendiri mencatat bahwa setiap 6, 5 detik satu orang akan meninggal akibat rokok. Riset memperkirakan bahwa orang yang mulai merokok pada usia remaja (70% mulai merokok di usia ini) dan terus merokok selama dua dekade atau lebih akan mati 20-25 tahun lebih awal daripada orang yang tidak merokok sama sekali. Kenapa? Di bawah ini beberapa efek samping akibat rokok yang jarang dipublikasikan mulai dari ujung rambut sampai ujung jari :
1.Rambut rontok.
2.Katarak.
3.Kulit keriput.
4.Kanker kulit.
5.Hilangnya pendengaran.
6.Osteoporosis.
7.Karies pada gigi.
8.Emphysema (pelebaran dan rusaknya kantong udara pada paru-paru).
9.Penyakit jantung.
10.Kanker :
a.Kanker paru.
b.Kanker hidung.
c.Kanker mulut.
d.Kanker kandung kemih.
e.Kanker anus.
f. Kanker payudara.
12.Penyakit buerger (mengakibatkan terhambatnya aliran darah).
13.Kerusakan sperma.
14.Tukak lambung.
15.Kanker uterus.
16.Psoriasis (menyebabkan bercak-bercak merah berair dan gatal pada kelamin).
Bayangkan hal di atas menimpa anda, masih ingin merokok? Silahkan dipikir-pikir.
Posted by
anton
at
16:52
1 comments
Labels: health
MENIKAHLAH DENGANKU
Sambil menunggu tebusan obatnya diserahkan, seorang bapak ngobrol denganku di sebuah apotek sebuah rumah sakit swasta. Si bapak bercerita bahwa kedua anaknya sedang menjalani perawatan di rumah sakit ini karena terdapat flek-flek di paru-parunya. Awalnya si bapak tidak percaya sama sekali karena baik istri maupun dirinya sendiri bukanlah pengidap paru-paru tapi kenapa semua anaknya menderita penyakit ini. Dari bincang-bincang bersama saudara-saudaranya diketahui bahwa ternyata baik dari pihak istrinya maupun dari keluarganya terdapat penderita paru-paru. Sejenak si bapak termangu, bila saja dia mengetahui hal ini akan terjadi kemungkinan besar dia akan mencegahnya, terlalu penat dia mengurus ini itu. Akan tetapi nasi sudah menjadi bubur janji nikah untuk bersama-sama membina rumah tangga yang harmonis mawardah warohmah telah diucapkan dan sangatlah naïf sekali bila ditarik kembali karena yang bakal menderita adalah darah dagingnya sendiri, mereka sudah cukup menderita tidak mungkin saya menambah penderitaan anak-anak karena hanya mementingkan kepentingan satu dua pihak saja. Demikian kurang lebih ungkapan hati sang bapak.
Sebenarnya apa yang perlu dipersiapkan sebelum sepasang kekasih melanjutkan ke pelaminan agar pengalaman seperti tersebut di atas tidak terjadi? Jawabannya adalah melakukan MEDICAL CHECK UP pra nikah. Perlukah?
Sebenarnya banyak keuntungan yang didapat bila pasangan melakukan medical check up (meskipun hal ini kurang umum dilakukan oleh masyarakat kita, hanya TNI-POLRI saja yang mewajibkan pasangan yang akan menikah dengan anggotanya), antara lain:
1.Untuk mengetahui kesehatan kedua belah pihak.
2.Untuk mengetahui kemungkinan kondisi kesehatan anak yang akan dilahirkan.
3.Mengetahui riwayat kesehatan, anatara lain: penyakit yang berkaitan dengan genetik, penyakit kronis dan infeksi.
Di budaya Jawa pun sebenarnya telah dikenal istilah “medical check up pra nikah” ini. Bila anda pernah mendengar Bibit, Bebet, Bobot, bukankah itu bertujuan agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama?! Bibit yang artinya pasangan kita dari keturunan yang baik, orang tuanya/ buyut-buyutnya jelas; bukan rampok, sehat lahir batin; Bebet berarti kekayaan dengan kata lain ekonomi keluarga apakah miskin, kaya, atau sederhana. Sedangkan Bobot adalah kualitas pasangan kita seperti pendidikan atau pekerjaan.
Idem kan?
Posted by
anton
at
16:21
0
comments
Labels: health
Sunday, 10 June 2007
SINETRONMU SINETRONKU KAH?
Malam Minggu ini aku dibuat rada jengkel oleh asisten-asisten kakakku. Masalahnya cuma sepele : rebutan tv. Asisten yang jumlahnya dua orang itu pengennya nonton sinetron sedangkan saya apa saja asal bukan sinetron, lagu-lagu mungkin, padahal saya pengen banget nonton Spiderman 3 tapi setiap kali pegang kaset DVD bajakan keponakan saya yang berusia dua tahun selalu bilang, “Pongbob aja,” atau “Dola aja” atau “film anak-anak aja.” Padahal saya sudah memperlihatkan action si Spydie yang sedang berayun-ayun tapi kelihatannya ponakan saya yang imut itu ga terlalu tertarik. Cape, deh…. Akhirnya DVD tidak jadi diputar karena sang keponakan lebih memilih nonton bareng sang ayah di kamar dingin. Dan saya juga tidak jadi nonton Spiderman karena kekuasaan remote sudah dipegang si asisten. It’s okey, paling jam delapan atau sembilan mereka sudah capek dengan jalan cerita sinetron dan akhirnya menyerahkan remote control kepada saya, begitu saya berpikir. Tetapi apa yang disangka mereka nonton sampai jam sebelas malam dari sinetron ke sinetron dari channel tv A ke channel tv B, tv C, tv D balik lagi ke C terus B begitu seterusnya. Akhirnya saya nyerah, dengan nada sinis saya bertanya, “Lho, koq sinetron terus, apa ga ada yang lain?” dan jawaban salah satu asisten, “Yang ini lucu om.” Tapi sepanjang pendengaran saya yang terdengar adalah isak tangis dan adu mulut dengan satu masalah klise : rebutan pacar, tamak harta.
Bukannya saya tidak senang dengan sinetron, saya akui kalau saya pernah menyukai sinetron - dari sinetron pula saya baru mengetahui efek buruk buah-buahan bagi penderita gagal ginjal- dan rela membuang waktu pada jam-jam tertentu demi nonton sinetron tersebut tapi berhubung cerita sinetron tersebut sambung menyambung dari satu masalah yang hampir selesai ke masalah baru, akhirnya menjadi membosankan.
Sebenarnya kekuatan apa yang membuat orang-orang betah nonton sinetron? Pertanyaan umum yang jawabannya mudah di dapat. Klise. Jawabannya adalah karena penonton butuh hiburan ringan, para pemainnya yang cantik dan ganteng, karena tidak ada pilihan lain selain nonton sinetron, .... (apa lagi, ya?) tapi yang jelas sepertinya semua sinetron yang sekarang sedang tayang di semua tv di Indonesia, ide cerita bahkan jalan ceritanya adalah jiplakan belaka dari sinetron atau film-film Hollywood, Bollywood, Taiwan, Korea, Jepang. Dan itu bukan rahasia umum lagi, lalu bagaimana dengan kreatifitas penulis sinetron Indonesia? Mandeg? Atau mati suri?
Tidak terasa jam menunjukkan pukul 23.42, sepertinya si mbak-mbak asisten sudah tertidur di depan tv, tapi 105.8 Ramako FM masih mendendangkan lagu-lagu berirama jazzy dalam jazzy on magic. Tutup dulu ah, mau tidur. Selamat malam....Jakarta....
Posted by
anton
at
16:38
1 comments
Labels: nonton
PERNAK PERNIK DUNIA KLENIK
"Papi, bagi duitnya.”
”Uang lagi-uang lagi, awal bulan kemarin sudah papi kasih tujuh ratus ribai, malah kamu beliin jimat, sekarang untuk apa lagi?” Tanya papi tanpa memalingkan wajahnya dari Kompas.
”Begini, pi, kemarin ada temen yang ngenalin Riko ke kyai. Kata teman Riko kyai ini bisa buka aura, pi. Katanya, aura Riko gelap ga ada putih-putihnya dikit. Katanya pula, aura bisa mempengaruhi seseorang, entah itu rezekinya, jodohnya atau macem-macem yang lain.”
”Trus, kamu minta uang buat buka aura, b’gitu?”
”Seratus buat papi.”
”Riko-Riko, rugi dong papi nyekolahin kamu ke Amerika jurusan IT kalau ternyata kamu masih percaya sama klenik.”
”Ya ampun, papi...Ronald Reagen saja percaya sama paranormal apalagi Riko yang lahir di Indonesia yang negara paranormal.”
“Papi, klenik, paranormal, cenayang, voodoo, dukun itu ga bisa dibanding-bandingin sama teknologi. Mereka punya dunia sendiri, Papi.”
”Atau jangan-jangan papi ga seneng Riko dapet kerja? Pi, karena aura Riko gelap, Riko jadi susah dapet kerja, kalo dibawa orang aja pasti juga cepet bosan di kantor, pasti banyak masalah ya karena aura gelap itu papi. Papi tau kan kalo Riko putus sama Dian Sastro ya karena aura gelap itu Papi.”
”Riko, anak ayah tersayang...dia itu kyai gadungan. Kalau dia kyai beneran dia pasti ngajak kamu sholat, ke masjid, ngaji, dengerin pengajian...kalo pengen dapet kerja selain apply sholat hajat juga, sholat tahajut. Bukannya ngomongin soal aura.
”Udah deh, Pi, ini mumpung ada kesempatan. Dia konsultasinya gratis, Papi juga boleh ke sana kalau mau jangan lupa mandi air garam tujuh kali dulu pesannya, setelah itu dia bisa nanganin Papi. Ya, pi....”
”Nggak, nggak ada`duit. Aura...! Aura..! Aurat ’kali? Kata papi mengakhiri diskusi meninggalkan Riko terbengong ga percaya.
Lho koq begitu...?
Posted by
anton
at
16:35
0
comments
Labels: voodoo
UN RIWAYATMU KINI....
Ujian Nasional semua jenjang pendidikan sudah selesai, tinggal menunggu pengumuman kelulusan di bulan ini. Tidak seperti tahun kemarin demonstrasi penolakan terhadap pengadaan UN berlangsung sepi. Yang terdengar malahan aksi para guru yang membocorkan kecurangan terhadap pelaksanaan UN, seperti kesaksian pembocoran soal-soal UN hingga kong kalikong antara sekolah dengan pengawas agar si murid bisa saling mencontek.
Terlintas kenangan sewaktu saya masih di bangku sekolah dasar dulu. Beberapa hari sebelum pelaksanaan ujian nasional (pada saat itu masih disebut EBTANAS), guru saya memprogram sikap urutan duduk semua peserta ujian. Semua anak yang pintar (setidaknya sepuluh besar) harus duduk di depan, mereka juga diberikan soal-soal latihan (try out EBTANAS) tahun-tahun kemarinpada saat jam istirahat, dengan kata lain mereka diberi tanggung jawab yang lebih besar dibanding dengan murid-murid lain yang memiliki kepandaian rata-rata atau lebih bodoh.
Sikap duduk yang saya maksud adalah : semua siswa yang duduk di depan siswa yang lain harus menyodorkan kertas jawaban agak kesamping sehingga siswa yang di belakang bisa melihat sedikit sedangkan posisi duduk harus terlihat selumrah mungkin (sikap duduk seperti ini membuat sakit pinggang danterlihat aneh di mata pengawas, hehehe...). kecuali yang di belakang sendiri bisa duduk dengan nyaman tapi harus rela di cap sebagai anak bodoh. Sebenarnya apa yang dicari oleh sekolah? Saya sendiri tidaktahu secara pasti tetapi sepertinya ingin dianggap sebagai sekolah unggul yang bisa meluluskan murid-muridnya dengan nilai yang bagus. Walhasil, sekolah SD saya menduduki peringkat ke lima se-kabupaten karena nilai kelulusan yang sangat bagus.
Cerita dibalik UN/EBTANAS adalah : atas inisiatif sendiri, kami, siswa-siswa kelas enam, berencana untuk memasukkan segenggam tanah kuburan kedalam vas bunga di atas meja pada saat pelaksanaan ujian. Kabarnya tanah kuburan sangat ampuh sekali untuk membuat orang didekatnya terkantuk-kantuk. Dan kelihatannya it works, it really works! Selama mengawasi ke dua guru dari sekolah lain selalu menguap selama jam ujian. Sayangnya tidak sampai membuat mereka tidur. PS: sehari sebelum ujian ibu meminta saya untuk tengkurap di tengah pintu dan melangkahi saya (kurang lebih tiga kali), katanya unttuk tolak bala dan agar saya sukses. Hi..hi…hii..jadi malu,nih. Sebenarnya saya sudah menolak tapi ibu berkata di depan kakak-kakak saya bahwa mereka dulu juga mengalami hal yang sama sebelum ujian. Tapi berani sumpah saya belum pernah melihat ibu melangkahi kakak-kakak saya seperti itu, mungkin karena saya ndableg dan agak o’on lah yang membuat ibu melakukan ritual itu.
Beberapa tahun berganti, tahun ini giliran keponakan-keponakan saya yang menghadapi UN. Seorang keponakan yang bersekolah di SMP negeri terfavorit di kabupaten tempat saya dilahirkan mengirim SMS kepada saya yang isinya beberapa soal dan jawaban ujian nasional Bahasa Inggris, dan itu dilakukan tepat pada saat tes berlangsung. GILA! Begitu teledornya sang pengawas atau sebegitu kendornyakah pengawasan sehingga dia bisa berulang kali mengirim SMS pertanyaan ditambah missed call bila jawaban lama tak kunjung tiba. Ck…ck…ck….setelah UN, siswa dihadapkan dengan UAS, kali ini selain minta tolong untuk mata pelajaran Bahasa Inggris sang keponakan juga bertanya tentang bahasa Jawa, keponakan saya pindah ke Jawa saat kenaikan kelas tiga untuk menemani neneknya (ibu saya) yang kesepian di rumah, juga melalui SMS. Pertanyaan kembali diulang : apa yang sekolah cari? Jawabannya sama, saya tidak tahu. Tapi seperti keponakan saya katakan sebelum pelaksanaan UN, ini sejenis kerja sama anatara sekolahdengan pengawas agar murid-murid diberikan kelonggaran sehingga mereka bisa mencapai nilai yang ditargetkan pemerintah yang akibatnya semua siswa bisa lulus sekolah.
Wah, kalau caranya begitu bagaimana negara kita bisa maju, ya? Ketika pemerintah ingin meningkatkan kualitas penduduk dengan mentargetkan sejumlah angka standar kelulusan, ada orang-orang tertentu yang ingin mensukseskannya tapi dengan cara yang salah.
Bingung, bingung kumemikirkan....
Posted by
anton
at
15:59
1 comments
Labels: the exam
Sunday, 3 June 2007
APA SALAH MEREKA ?
Pagi tadi, seperti pagi – pagi sebelumnya, keponakanku yang berusia satu tahun sabu bulan jalan – jalan dengan mbak yang momong. Seperti pagi – pagi kemarin kostumnya pun juga sama (pastinya ganti warna, bro), jilbab putih, celana panjang, dan jacket bertudung, membuat dia tampak lebih cantik karena kulitnya yang putih.
Baru beberapa langkah keluar pagar seorang yang lewat berkomentar, ” lho, Cina kok pake jilbab?”. Keponakan saya memang agak sipit dibanding kakak lakinya yang bermata lebih sipit, berkulit putih lebih tinggi dari anak –anak seumurnya. Maklum, bapak ibunya juga begitu, mata sipit mungkin di dapat dari garis keturunan sang bapak yang masih keturunan campuran Tiong Hoa – Jawa – Kalimantan. Yang jadi pikiran saya, apakah dilarang seorang Cina pakai jilbab? Ngga ada Perdanya, kan.
berbeda warna kulit saja.
Wah, kalu begini sebenarnya sudahkah kita berBhineka Tunggal Ika, ketika warga masih bernomor satu dan dua?
Hayo, siapa yang bisa jawab?
Posted by
anton
at
16:44
1 comments
Labels: girl, you're so beautiful
DEMI UANG KUJUAL "ANU" KU
Jadi ini Beng-Beng yang ke seratus enambelas. Gila! Perutku kuat banget, padahal biasanya kalau nggak terbiasa makan coklat, perut akan melilit walhasil mencret – mencret terus. Demikian kata ibu. Tapi, just look at me, man, I’m fine. Ibu memang orang yang paling cerewet sedunia semenjak aku pindah makanan pokok dari nasi ke coklat beng – beng, alasannya cuma satu : demi kesehatan! Tapi demi satu milyar siapa perduli kesehatan.
Sudah hampir setengah bulan ini aku menkomsumsi beng-beng dan minum Nu (green tea) demi uang semilyar dan laptop baru, sejauh ini yang sudah kudapat (Alhamdulillah) adalah empat Beng-Beng gratis, yang aku sendiri tidak tahu harus kemana kutukar bungkus itu, dan ucapan – ucapan pengobar semangat seperti : ANDA BELUM BERUNTUNG!, JANGAN NYERAH!, COBA LAGI!, dari Nu Green tea. Bukan rahasia pribadi lagi kan kalau rezeki, jodoh, mati sudah ditentukan oleh yang di atas sana, tinggal menunggu waktu saja. Maksudnya, mungkin minggu ini aku belum dapat, siapa tahu minggu depan kan kudapat laptop baru plus HP 3 G ditambah Mp4 plus hadiah tambahan uang semilyar. Wow, keren!
Posted by
anton
at
16:01
1 comments
Labels: faith
Saturday, 12 May 2007
CATCH ME IF YOU CAN
“Oalah! Jul, Jul…! pagi-pagi, kok sudah nglamun. Kamu itu nglamunin apa? Sana, mbok ya o cari kerjaan.” teriakan emak buyarkan konsentrasi Bajul yang sedang olah jempol di atas keypad Nokia 2300 nya.
”Gini kok nglamun to, Mi. Lha wong, lagi ngetik. Gini-gini Bajul juga lagi nyari kerjaan, ini bukan ngirim SMS iseng saja ’Mi, ini namanya menjalin silaturahmi, memeperluas koneksi. Siapa tahu, mereka punya informasi kerja, kan Bajul bisa tahu.” balasan Bajul tidak kalah kerasnya.
”Eh, Bajul! Walaupun Emak ini cuma lulus SD, Emak tahu kalo orang dapat kerja itu pake usaha! Ndak cuma nongkrong tiap pagi seperti kamu itu. Apa kamu ndak malu sama Marni anaknya Mbok Sarmi itu! Walau cuma lulus SMEA dia sudah kerja, sudah bisa mbantu orang tuanya, ndak seperti kamu itu yang kerjanya Cuma SMSsan teruuuus...sampe sepet mata emak ini”
”Mami... mami, anak lulusan SMEA saja kok dibanding-bandingkan sama Bajul yang lulusan universitas! Kecil!” jawab Bajul sambil menunjukkan pucuk kelingkingnya. ”Bajul kan punya titel S.E, lha kalo dapat kerjaan jauh lebih keren jadi lebih sulit nyarinya. Gengsi ’Mi kalo cuma jadi buruh di pabrik garment seperi Marni itu, kerjaan nggak bermartabat!”
”O, begitu to. Lha kalo sudah tau nyari kerja itu sulit kamu kok tetap pilih-pilih, ya seadanya dulu buat nambahi pengalaman.Tapi yo terserah kamu, Jul! Mau kerja, mau nganggur terserah! Bapak dan Emak ndak ngurus! Yang penting sekarang sana, kamu nyari rumput, trus kasih makan sapi-sapi atau kamu nyapu halaman, sana! Pilih mana!” bentak Emak kembang kempis menahan amarah.
”Mami, masa sarjana nyari rumput, nggak keren, cape deh!”
”Ndak usah banyak cingcong! Ndak usah sok keren! Anaknya petani saja kok gaya, sok kota! Jul...Jul.” emak menutup amukannya sembari melempar sapu ijuk ke arah gerombolan ayam yangakhirnya ngacir mencari selamat, pergi meninggalkan Bajul yang memandang dengan bibir yang mancung satu setengah senti. Nyaprut.
Sudah tahu anaknya nganggur lama, bukannya dibantuin cari kerja, malah diomelin setiap hari! Dasar orang tua-orang tua! Batin Bajul. Memangnya siapa sich yang pengen jadi pengangguran, nggak ada pemasukan pasti tiap bulan, nggak ada kegiatan menarik tiap pagi. Cuma luntang-lantung, nonton brita TV yang tiap hari cuma bikin resah saja, berita selesai gantian nonton berita gosip habis itu nonton India, walah! Menjemukan!
Posted by
anton
at
13:39
2
comments
Labels: the way to waste the time
Monday, 30 April 2007
DON'T GIVE UP
by : marti
bila segala sesuatu trasa salah,
bila jalan yang kau lalui trasa menanjak,
kau ingin trasa tersenyum tabah, tetapi terpaksa merenung lelah
Bila kau merasakan kasih sayang
jika perlu beristirahatlah,
namun jangan menyerah.
Hidup ini memang aneh,
penuh dengan putaran dan belitan,
banyak yang terombang-ambing tanpa haluan,
pada saat mereka telah dekat dengan kemenangan.
Jangan putus asa walau langkah terasa berat,
kau dapat sukses pd kesempatan lain.
Seringkali cita2 lebih dekat daripada yang dirasakan oleh orang yang bimbang.
Seringkali mereka berjuang dan menyerah kalah
pada saat mereka akan meraih kemenangan
dan setelah terlambat barulah mereka menyadari
bahwa begitu dekat dengan mahkota emas.
kesuksesan merupakan kegagalan
yang diputarbalikkan dari awan keraguan
dan kau tak dpt menduga jarak menuju kesuksesan.
Kadang trasa jauh padahal sebenarnya dekat.
So berjuanglah terus!!!
Justru pada saat segala sesuatu terasa salah,
janganlah menyerah kalah!!
Posted by
anton
at
21:13
0
comments
Labels: spirit
roti buaya
*) dulu tulisan ini saya buat sebagai syarat untuk melamar menjadi reporter/wartawan kuliner sebuah penerbitan terbesar di Indonesia, tapi karena sudah lama ga dipanggil-panggil kupasanglah di blog ini.
Apa yang dipikiran anda bila mendengar kata Roti Buaya?“Memangnya benar-benar ada ya mas, roti buaya itu?” tanya assisten keluarga kakak saya yang berasal dari Jawa ketika saya minta tolong untuk mencari informasi tentang roti ini di tetangga kiri kanan. Lain lagi yang dilakukan mertua kakak saya setelah mendengar roti Buaya. Demi memuaskan keingintahuannya, akhirnya beliau membeli dua roti Buaya yang panjangnya sekitar setengah meter dan banyak roti buaya ukuran kecil dengan isi strobery dan coklat di dalamnya untuk oleh-oleh tetangga di Pontianak.
Bagi warga Jakarta sendiri, siapa sih yang tidak tahu Roti Buaya? Roti berbentuk Buaya dengan panjang kurang lebih setengah meter (tergantung pesanan) yang merupakan salah satu hantaran wajib dari pengantin pria kepada pengantin wanita dalam perkawinan adat Betawi. Konon roti ini menyimbolkan kesetiaan.
Roti Buaya diklasifikasikan ke dalam roti tawar karena rasanya yang tidak terlalu manis. Tertarik untuk membuatnya? Dengan bahan-bahan yang mudah di dapat seperti terigu, gula pasir, margarine, garam, ragi, susu bubuk full cream, telur, pewarna makanan, serta air, andapun sudah bisa membuatnya. Cara memasaknyapun gampang, semua adonan dimasukkan kedalam cetakan Buaya dan panggang selama beberapa menit. Gampang bukan? Jadi, anda tidak perlu repot-repot mencari pengrajin roti ini bila kelak ada famili atau tetangga anda yang menikah dengan adat Betawi, atau anda berminat menjadi pengrajin Roti Buaya sendiri? Tentunya Jakarta akan bersyukur karena pengrajin roti buaya semakin bertambah. Selamat mencoba!
Posted by
anton
at
21:07
0
comments
Labels: kuliner
nutrisari banget
“ Kenalkan, ini Bram, pacar baruku.” Kata Eri membuyarkan lamunanku.
“ E…o, ya. Rhino.” Kusebut namaku sembari menyambut uluran tangan lelaki berbadan tegap, berkulit sawo matang bersih, bertinggi sekitar 178-180-an cm itu.
Lelaki itu tersenyum dan mengangguk kecil padaku sedangkan Eri tersenyum-senyum sambil menggerakkan badannya seperti anak kecil yang ingin bermanja-manja.
” Bagaimana, No, aku sudah membayar sumpahku kan,” kata Eri sambil tersenyum.
Eri melanjutkan, ” kamu ingatkan dulu aku pernah bersumpah, sebelum aku bisa mendapatkan pria yang melebihi kamu aku tidak akan balik ke kota ini dan menemuimu.”
” So, what do you think?” tanyanya.
Kilatan petir sesaat membawaku mengenang peristiwa sepuluh tahun lalu di Pantai Parangtritis. Demi merayakan kelulusan SMA, aku dan beberapa teman termasuk Eri merayakan pesta api unggun di sana. Deburan ombak keras pantai selatan menambah romantis suasana malam itu, dengan bertemankan bintang-bintang yang berkelip di langit yang cerah tak tersaput mendung secuil kami mendendangkan lagu lama Iwan Fals diiringi petikan gitar tua milik Imron, sang ketua kelas,
”…kemesraan ini janganlah cepat berlalu, kemesraan ini ingin kupendam selalu, hatiku damai jiwaku tentram di sampingmu…..”
Waktu itu Eri bergelayut manja, tangannya melingkari tanganku, tubuhnya sengaja ditempelkan erat dengan kepala bersandar di pundakku. Aku acuh saja, toh teman-teman semuanya tahu siapa Eri, kepada semua lelaki dia berlaku yang sama apalagi lelaki itu tampan, berkulit putih (seperti penulis :P), rapi ataupun tampak macho dengan dandanan rocker, Eri tidak perduli, katanya, “asal aku merasa nyaman, cuek aja, lagi.”
Belum selesai lagu kedua dinyanyikan, Eri menarik tanganku setengah memaksa. Mau tidak mau aku ikuti tarikan Eri yang membawaku jauh pergi dari gerombolan teman-teman yang memandang kami dengan penuh tanya sambil sedikit berbisik-bisik satu dengan yang lain.
“ Apaan sih, Ri, malukan sama yang lain.” kataku.
” Sorry, No, aku hanya pengen punya waktu berduaan denganmu.” balas Eri.
” Emangnya kita apaan? Pake acara berduaan segala.” timpalku.
“ No, aku pengen ngomong sesuatu sama kamu.”
” Ya udah tinggal ngomong, apa susahnya? Ga perlu narik-narik akau kan.” sungutku.
” No, sebenarnya.....” berhenti sesaat Eri menarik napas.
” Sebenarnya apaan?” tidak sabaran aku berkata.
” Tapi janji kamu tidak marah kan.” mohon Eri.
” Iya, iya, cepetan ngomong, to the point saja, ga usah basa basi. ”
” Sebenarnya, aku suka sama kamu, No.”
” Apa?!” teriakku terkaget-kaget, ” apa kamu bilang?”
” Maafin aku, No, aku nggak bisa memungkiri ini.....”
” Wait, wait..., maksudmu kamu cinta aku seperti cinta Rangga pada Cinta, gitu?” potongku tak percaya.
Eri hanya mengangguk, tidak berani dia menatapku dan kuyakin kaca-kaca bening sudah menggantung di matanya.
” Eri, Eri kamu kemasukan jin dari mana? apa kata dunia nanti? masa jeruk minum jeruk, kaya iklan aja.”
” Aku tahu, No, tapi aku ga bisa membohongi perasaanku padamu. ” Eri berkata ditengah isakan tangis dan sedotan ingusnya. So discusting!
Angin pantai bertiup agak kencang membawa butir-butir lembut pasir Pantai Parangtritis menampar wajahku yang kecut, bingung, marah, kaget dan bermacam bentuk perasaan aneh lainnya. Deburan ombak Parangtritis memecah sunyi malam meredam tangisan Eri yang berdiri kaku sesenggukan di depanku. Tiba-tiba, tetesan gerimis satu persatu menetes - padahal BMG memprakirakan cuaca cerah - membasahi bumi pijakan kami. Di tengah suasana yang tidak menentu Eri mengucapkan sumpahnya, bahwa sebelum dia bertemu dengan lelaki yang melebihi aku dalam segala-galanya dia takkan kembali ke kota ini.
Dan kini sumpah itu terpatahkan.
” Rhino, kok bengong, seeh? Jangan-jangan ente naksir akika, bok.” enteng Eri berkata.
” Bram ini seorang manajer sebuah Boutiq terkenal di Jakarta, lho, No, bulan kemarin aja baru grand launching cabang barunya di Singaparna, eh, Singapura...sampe belibet akika ngomong, habisnya ente melongo sih kaya sapi ompong, heran ya?” cerocos Eri tanpa titik koma.
Aku hanya terdiam menatapnya sambil mendengarkan promosinya tentang Bram. Eri, Eri....atau harus kusebut nama lengkapmu? Eryanto Pambudi, nama yang cukup gagah tapi sayang tidak segagah tampilan luar dalammu. Terserah kamu mau ngenalin siapa saja ke aku, atau mau ngomong apa aja ke aku itu hakmu tapi aku juga punya hak kan. Salah satunya hak untuk punya keturunan yang pastinya tak bisa kauberikan, juga hak untuk gak kena HIV/AIDS. Aku masih ingin hidup seribu tahun lagi.
Eri, selamat ya, kuacungi empat jempol milikku untukmu. Kamu berhasil memake over dirimu sampai pangling aku jadinya dan atas keberhasilanmu mendapat pacar yang baik (menurutmu), kaya dan lebih segalanya daripada aku, satu pesanku : hati-hati atuh sama PMS (penyakit menular sexual) macam raja singa, sifilis, apalagi HIV/Aids. Jangan lupa pake alat pelindung ye dan jangan ganti-ganti pasangan. Takut bok.....
Posted by
anton
at
21:04
0
comments
Labels: point of view
surat untuk emak di surga

Apa kabar mak? Bagaimana keadaanmu, di sini aku baik-baik saja semoga begitu juga emak di sana.
Mak, minggu depan aku akan UAN, doakan aku lulus dengan nilai bagus ya.
Mak, minggu kemarin bapak ngomong ke aku kalau akan kawin lagi….aku belum ngasih jawaban aku masih bingung, kaget nggak karuan. Ketika Bu lik Rum nikah saja aku kaget dan bingung karena berarti tidak ada lagi yang masakin buat aku, bapak atau sekedar bersihin rumah. Sekarang malah bapak yang akan nikah, woalah, mau jadi apa dunia ini. Bapak pasti akan lebih senang ngurusin istri barunya dibandingkan ngurus aku kan, mak. Kalau sudah tergila-gila dengan “mainan” baru apa sempat bapak mikir uang jajanku, uang sekolahku atau nanyain pelajaranku? Sepeninggalmu bapak seperti kehilangan arah, kerjaannya cuma dolaaaaan terus, sore berangkat malam besoknya baru pulang tidak tau nginap dimana dia. Kusut, uring-uringan terus, apa yang kukerjakan selalu dianggapnya salah kalau dibilangin jangan begini jangan begitu, tidak baik begini tidak baik begitu, dia hanya diam saja, hanya tangannya yang bertindak ke mukaku atau melempar barang-barang yang bisa digapai. Bapak sudah berubah, mak. Berbeda sekali dengan bapak yang dulu sangat dekat dengan anak istrinya, berbeda sekali dengan bapak yang dulu menjadi idolaku. Tapi ya untung bapak masih mau ngasih aku uang jajan dan bayar uang sekolah. Kata Bu De, bapak begitu bukan hanya karena kehilangan kamu, mak, tapi jiwanya sudah dirasuki guna-guna Yu Jum, pacar yang akan dinikahinya itu. Emak tau kan Yu Jum, itu lho, pedagang nasi pecel di depan Pasar Wage. Orangnya tidak ada bagus-bagusnya. Dilihat dari samping kiri, kanan, atas, bawah tetap jelek walaupun pake sedotan dan lihatnya dari pucuk pohon kelapapun tetap sama! Hitam, pendek, gendut, jarang senyum. Aku heran bagaimana bisa bapak tergila-gila dengannya kalau bukan karena guna-guna wanita jalang itu! Atau jangan-jangan bapak tidak tergila-gila pada orangnya tapi dengan nasi pecelnya yang kesohor ke seantero dusun ini? Jadi, bapak tidak perlu antri lagi setiap pagi untuk beli nasi pecel karena sudah disediakan special buat bapak. NONSENS! Di dunia Barbiepun itu tidak bakal terjadi, sang pangeran hanya akan mendapatkan sang putri yang cantik jelita. Bagaimana menurutmu mak? Emak setujukan dengan dugaanku?!
Mak, akhir-akhir ini hujan terus menerus turun, sawah kita sudah dua hari ini gak diurus karena orang-orang pada takut disambar petir yang sambung menyambung. Ini tanda-tanda gagal panen, belum lagi hama wereng, penggerek padi dan belalang silih berganti. Mak, tanyakan kepada tuhan, apa Dia marah? Apa ini petunjukNya agar bapak tidak kawin lagi dan balik ngurus anaknya?
Mak, sudah ya suratku ini, doakan bapak diberi pencerahan, kesadaran dan balik lagi ke jalan yang lurus. Kapan-kapan kalau ada berita baru akan kusambung lagi.
Dari anakmu yang selau merindukanmu,
Narto
Posted by
anton
at
20:59
0
comments
Labels: a letter
.jpg)
.jpg)



